Mendulang Untung Dari Bisnis Kentang Goreng

Waralaba kentang goreng agaknya masih menjadi bisnis yang menggiurkan bagi sebagian pebisnis. Buktinya, banyaknya bisnis kentang goreng yang bermunculan dan telah ada di Indonesia.

Namun Pota Potatoes memiliki cerita beda, Waralaba ini baru ditawarkan pemiliknya pada April tahun ini. Kendati termasuk pemain baru di bisnis ini, Pota Potatoes telah berhasil memikat hati konsumen dengan tersebarnya jaringan Pota Potatoes di seluruh Indonesia.

Dana Prihadi, pemilik waralaba Pota Potatoes, mengklaim, pesatnya perkembangan usahanya didukung produk kentang murah yang diolah dengan sedemikian rupa untuk menghasilkan makanan siap saji yang enak dan pas di kantong.  "Selain itu, bisnis saya ini adalah waralaba kentang goreng dengan harga termurah di Indonesia," imbuhnya berpromosi.

Pota Potatoes mempunyai beragam varian rasa. Pota Stick dengan berbagai macam pilihan rasa (original, keju, barbeque, pizza, rumput laut, pedas, balado, dan black pepper steak), PoPuff, Pota Hushbrow, Pota Mayors, Pota Lintang. Sesuai dengan namanya, semua makanan yang ada terbuat dari bahan dasar kentang.
Selain itu, Pota Potatoes  ini juga disajikan dengan tambahan topping." Tambahan topping bisa disesuaikan dengan selera pembeli. Jika mencoba pasti akan ketagihan. Coba saja kalau tidak percaya," kata Dana, masih berpromosi.


Modal Awal Hanya Rp 5juta

Usaha ini tidak membutuhkan biaya mahal. Bagi calon mitra yang berminat membuka usaha Pota Potatoes, hanya perlu mennyediakan total biaya investasi awal sebesar Rp 5 juta.

Biaya sebesar itu untuk pembelian booth dan perlengkapannya, seragam pegawai, dan banner. "Biaya itu sudah termasuk franchise fee lima tahun," ujarnya. Kemudian hal yang menarik, Pota Potatoes juga menerapkan sistem master franchise yang akan menjadi perpanjangan tangan bagi Pota Potatoes pusat dengan investasi sebesar Rp 15 juta. "Tidak semua perlengkapan usaha mitra dipenuhi kantor pusat," kata Dana. Target pasar yang dibidik Pota Potatoes adalah semua lapisan masyarakat. Jadi kebijakan itu diterapkan demi menekan besarnya biaya produksi para mitra.

Dana mengaku, selama ini penjualan kentangnya di gerai-gerai mitra cukup memuaskan. Dari penjualan kentang stick saja yang ditargetkan 45 porsi per hari, beberapa mitranya bisa menjual 100 porsi per hari. " Itu belum termasuk menu lainnya dan bahkan ada mitra saya yang omzetnya mencapai Rp 11 juta sebulan," katanya.

Di tempat lain, Lusi, mitra Pota Potatoes di Jakarta, mengaku, dalam sehari minimal bisa menjual 50 porsi. Dari penjualan sebanyak itu, dia meraup omzet sekitar Rp 300.000 per hari.

Tingginya pendapatan itu lantaran harga jual kentang murah dan rasa nikmat. "Harga kentangnya murah dan enak rasanya," ujar Indah, konsumen Pota Potatoes yang sedang menunggu antrian Pota Potatoes milik ibu Lusi.